Profil Singkat

Desa Edor merupakan salah satu dari 10 desa yang terletak di Distrik Buruway, Kabupaten Kaimana. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Desa Edor dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dibantu oleh Sekretaris Desa, Kaur Pemerintahan, Kaur Pembangunan, Kaur Umum, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), serta masing-masing Kepala Dusun dan Ketua RT. Saat ini, seluruh jajaran pemerintah desa beserta masyarakat sedang bersiap membenahi tata kelola desa menuju Desa Wisata yang mampu menarik minat banyak wisatawan.

Kawasan ini memiliki pesona alam unggulan di Teluk Buruway dengan suasana desa yang masih sangat asri. Salah satu daya tarik uniknya adalah burung Cendrawasih yang masih hidup liar dan bebas terbang di hutan Edor. Secara geografis, kawasan ini memiliki potensi besar sebagai wisata hutan konservasi karena dikelilingi oleh hutan mangrove di sepanjang bibir pantai. Selain itu, terdapat pula lahan hutan jati seluas 1 hektare serta kawasan hutan primer yang masih sangat luas.

Akses menuju Desa Edor terbilang strategis. Desa ini terletak tepat di seberang Kota Kaimana dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam menggunakan longboat. Sementara itu, akses menuju ibu kota distrik hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit menggunakan longboat bermesin 40 PK.

Saat ini, Desa Edor dihuni oleh 42 Kepala Keluarga (KK) dengan total 127 jiwa. Masyarakat adat setempat masih memegang teguh tradisi leluhur mereka yang kental. Beberapa tradisi yang masih lestari antara lain:

  • Sinara Laut: Ritual adat agar hasil tangkapan ikan semakin melimpah.
  • Sasi Teripang: Tradisi pelarangan (pasang sasi) dan pembukaan (buka sasi) pemanenan teripang pada jangka waktu tertentu demi menjaga kelestarian alam.
  • Adat Pernikahan: Prosesi sakral termasuk tradisi mengantar emas kawin.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Desa Edor masih menjalankan pola hidup meramu dan berburu. Mereka berburu hewan seperti rusa, lau-lau (kangguru pohon), dan tikus tanah di hutan, serta menangkap ikan di laut dan sungai.

Kepala Desa Edor, Abdul Kadir Suban, optimis bahwa jika potensi desa dikelola dengan baik dan terintegrasi, Desa Edor akan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warganya. Oleh karena itu, Kepala Desa bersama pemuda Karang Taruna sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak (pemerintah daerah, swasta, maupun akademisi) untuk membantu mewujudkan terbentuknya Desa Wisata Edor. Potensi pengembangan di wilayah ini masih sangat terbuka lebar, didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, baik di sektor perikanan maupun wisata hutan mangrove.

Scroll to Top